Setjen DPKN, Senin (4/5/2026) — Penguatan transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan perguruan tinggi kembali ditegaskan melalui pengukuhan Dewan Pengurus KORPRI Universitas Negeri Malang (UM) Masa Bakti 2026–2031. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran KORPRI sebagai motor penggerak ASN kampus yang profesional, adaptif, inovatif, dan berintegritas di tengah tantangan era digital.
Kepengurusan baru KORPRI UM dipimpin oleh Ridwan Joharmawan sebagai Ketua dan Faul Hidayatunnafiq sebagai Sekretaris, bersama jajaran pengurus lainnya. Pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Gedung Graha Rektorat Lantai 9 Universitas Negeri Malang dan dihadiri pimpinan universitas, civitas akademika, serta perwakilan Dewan Pengurus KORPRI Nasional.
Pengukuhan dilakukan oleh Karjono Atmoharsono selaku Ketua Departemen Perlindungan ASN Dewan Pengurus KORPRI Nasional, serta disaksikan oleh Rektor Universitas Negeri Malang Hariyono yang juga bertindak sebagai Penasihat KORPRI UM.
Mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Karjono menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan peran organisasi di lingkungan kampus.
“KORPRI perguruan tinggi harus menjadi organisasi yang solid, adaptif, dan progresif. Tidak hanya menjaga solidaritas ASN, tetapi juga mampu mendorong lahirnya budaya kerja yang inovatif, profesional, dan berintegritas,” tegas Karjono.
Ia menjelaskan, KORPRI Nasional saat ini terus mendorong transformasi organisasi melalui empat fokus utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi, penguatan ideologi dan karakter ASN, perlindungan karier serta bantuan hukum, dan peningkatan kesejahteraan anggota.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter ASN masa depan. Karena itu, KORPRI UM diharapkan mampu menjadi model organisasi ASN kampus yang responsif terhadap perubahan zaman serta aktif menghadirkan program-program berdampak nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Karjono juga memperkenalkan sejumlah program unggulan KORPRI Nasional, seperti webinar “KORPRI Menyapa ASN” sebagai ruang pengembangan kapasitas dan literasi digital, serta program kesejahteraan seperti Gampang Umroh Bareng KORPRI (GUBK) dan Gampang Holyland Bareng KORPRI (GHBK).
Di bidang kesehatan, KORPRI terus mendorong program KORPRI Health melalui gerakan satu juta vaksin HPV dengan biaya terjangkau. Sementara pada sektor perumahan dan pendidikan, KORPRI menginisiasi KORPRI Property untuk hunian ASN muda serta KORPRI Education melalui pengembangan kampus digital bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan.
“Pengurus yang baru dikukuhkan harus mampu menjadikan KORPRI sebagai rumah besar ASN yang menghadirkan manfaat nyata, memperkuat solidaritas, sekaligus menjadi ruang pengembangan diri bagi seluruh anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Malang Hariyono menilai pengukuhan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kerja ASN kampus yang profesional dan berdaya saing global.
“KORPRI harus mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju birokrasi kampus yang modern, adaptif, dan berdaya saing global,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas pribadi ASN sebagai fondasi utama dalam menjaga reputasi institusi.
“Jadilah aparatur negara yang tidak hanya pintar, tetapi juga benar. Sebelum mengajari orang lain, kita harus mampu mengajari diri sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan global menuntut ASN memiliki kompetensi unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, KORPRI Universitas Negeri Malang diharapkan semakin memperkuat solidaritas antaranggota, menghadirkan program-program inovatif, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan ASN kampus.
Melalui sinergi yang solid antara pengurus, civitas akademika, dan KORPRI Nasional, KORPRI UM diarahkan menjadi contoh organisasi ASN modern yang tidak hanya menjaga kebersamaan, tetapi juga mampu mendorong transformasi birokrasi dan penguatan daya saing ASN di tingkat global.




